Apa Itu Wakaf Uang dan Wakaf Melalui Uang? Bagaimana Hukumnya?

Apa Itu Wakaf Uang dan Wakaf Melalui Uang? Bagaimana Hukumnya?

 

Apakah Anda sudah tahu apa itu wakaf uang dan wakaf melalui uang? Bagaimana hukumnya?

Anda pasti sering mendengar kata “wakaf”. Apakah Anda sudah tahu bahwa wakaf itu bisa juga dalam bentuk wakaf dengan uang?

Yuk simak bersama artikel berikut ini.

 

Pengertian Wakaf Adalah

Jika Anda sering berjalan-jalan ke suatu daerah atau sedang ke masjid, Anda pasti sering melihat sebuah tulisan bahwa “Tanah ini adalah wakaf dari Fulan…” atau tulisan “ Masjid ini diwakafkan oleh …”

Apa sih wakaf itu?

Kata wakaf itu sendiri berasal dari Bahasa Arab, yaitu ”Waqf” yang artinya menahan, berhenti atau diam.

Menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2004:

“Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut Syariah.”

Praktek wakaf ini sendiri telah dimulai sejak zaman Rasalullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Contohnya adalah wakaf sumur dan kebun milik Ustman bin Affan RA dan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu menjadi bukti nyata bagaimana wakaf memainkan peran penting dalam menggerakkan produktivitas umat.

Aset wakaf di seluruh dunia sendiri sudah sangat banyak, terutama banyak dijumpai di negara-negara yang mayoritas penduduknya Islam, dimana wakaf ini telah memberdayakan miliaran umat dari masa ke masa.

Lazimnya, dalam wakaf uang, objek wakafnya ialah uang. Sedangkan, wakaf melalui uang, objek wakafnya bukan uang yang diserahkan pewakaf, melainkan peruntukannya.

Jika ada yang mewakafkan uang Rp 10 juta kepada nazir, maka itu adalah wakaf uang. Sedangkan, jika sebuah yayasan mengumpulkan donasi wakaf untuk biaya pendirian rumah sakit (tanah dan bangunan) kemudian pewakaf menyerahkan uang Rp 10 juta kepada nazir, itu disebut wakaf melalui uang karena yang diwakafkan sebenarnya adalah tanah dan bangunan.

Wakaf uang ataupun wakaf melalui uang dibolehkan, bahkan dianjurkan dalam Islam sebagaimana ditegaskan oleh para ulama salaf dan khalaf seperti ulama mazhab Malikiyah, Muhammad Abullah al-Anshari dan Ibnu Taimiyah. Kesimpulan ini juga menjadi keputusan Lembaga Fikih OKI Nomor 140 dan Standar Syariah Internasional AAOIFI di Bahrain tentang wakaf.

Hal ini juga sejalan dengan undang-undang wakaf yang memperbolehkan wakaf uang, yakni wakif dapat mewakafkan benda bergerak berupa uang (UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf Pasal 28).

Di antara landasannya adalah karena uang telah memenuhi karakteristik aset wakaf (mauquf) yang lain, seperti rumah dan tanah, karena dapat dikembangkan dan dapat menghasilkan bagi hasil untuk penerima manfaat wakaf (mauquf alaih).

Sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Umar berhasil mendapatkan sebidang tanah di Khaibar, beliau bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandanganmu?” Rasulullah SAW menjawab, “Jika engkau berkehendak, ambil tanahnya dan bersedekah dengan hasilnya!” (HR Bukhari dan Muslim). Dan, sesuai dengan, “Jika anak Adam meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim).

Para ulama ahli hadis, di antaranya adalah as-Syaukani dalam Nail al-Authar, menyimpulkan bahwa sedekah jariyah dalam hadis ini adalah wakaf karena pahala yang mengalir terusmenerus. Dalil di atas bermakna umum tanpa memilah aset barang objek wakaf, termasuk di antaranya adalah uang (al-khash urida bihil ‘am).

cara mewakafkan uang adalah pewakaf menyalurkan sejumlah uang tertentu kepada nazir untuk dijadikan aset produktif dengan cara dibelikan aset tetap yang bisa diperuntukkan manfaatnya untuk penerima wakaf atau diinvestasikan melalui usaha-usaha sesuai syariah dengan tingkat risiko terkendali, seperti deposito di bank syariah dan sukuk sehingga pokoknya tetap dan bagi hasil bisa ditujukan untuk para mustahik. Wallahu a’lam.

 

Mari Bantu dan Support Pembangunan Masjid Pedalaman untuk Muallaf Suku Togutil
Melalui Rekening An. Yayasan Baitul Wakaf :
BNI Syariah 1888.1000.08
CIMB NIAGA Syariah 86.000.7558.200

 

 

 

Share on Whatsapp

Post Comment