Baitul Wakaf Bekerjasama Dengan BWI Gelar Bimtek Administrasi dan Identifikasi Wakaf Bagi Dai Sejabodebek

Baitul Wakaf Bekerjasama Dengan BWI Gelar Bimtek Administrasi dan Identifikasi Wakaf Bagi Dai Sejabodebek

Jakarta – Wakaf merupakan ibadah yang memiliki dua karakter, keabadian dan mengalirkan manfaat. Ibadah wakaf tidak hanya berperan sebagai ibadah dan dan sosial namun juga ekonomi, peran ekonomi ini yang masih belum sepenuhnya dikembangkan.

Acara yang dihadiri 50 dai Hidayatullah sejabodebek ini merupakan edukasi wakaf dan bimbingan teknis administrasi pengelolaan wakaf menjadi produktif yang mendorong pengelolaan wakaf kedepan bisa lebih tertib administrasi dan dikembangkan lebih produktif sehingga berperan dalam membangun sektor ekonomi.

Wakil sekertaris Badan Wakaf Indonesia (BWI) Dr. Fachrurozi menyampaikan sudah saatnya asset asset wakaf sebagian sudah mulai dikembangkan pada sektor produktif agar dapat berperan dalam menopang sektor sosial dan pendidikan yang ada, maka harta yang diwakafkan idealnya ready for use sehingga bisa langsung dikembangkan dan dikelola.

“Tantangan pengelolaan perwakafan di tanah air adalah bagaimana masyarakat luas memahami wakaf terbaik adalah ready for use dan bagaimana harta wakaf dengan mudah dikembangkan secara produktif seperti Umar Bin Khattab mewakafkan harta terbaiknya di Khaibar, Abu Thalha mewhakafkan kebun kesayangannya. “Ujar Fachrurozi dalam acara Bimtek tentang wakaf kerjasama BWI dan Baitul Wakaf, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan (24/9)

Selain Fachrurozi, hadir narasumber dalam bimbingan teknis teknis komisioner BWI Ir. Rachmat AK, Prof. Nurul Huda dan Kasubdit Kementrian Agraria, Pertanahan Bapa Hotman Siahaan, MM dan Ir. Candra Kurniawan sekjen DPP Hidayatullah.

Dosen pasca sarjana ekonomi dan keuangan syariah di Pasca Sarjanan UI itu juga menyampaikan jika wakaf terkelola secara produktif maka bisa mensupport program program sosial bahkan pendidikan. Contoh ideal dalam pengelolaan wakaf adalah Al Azhar, Mesir. Semua mahasiswa yang kuliah digratiskan bahkan diberi beasiswa, bisa seperti itu karena semua ditopang oleh wakaf produktif.

Sementara itu, terkait Bimtek wakaf ini, Pembina Baitul Wakaf Asih Subagyo menyebutkan beberpa ratusan pesantren yang berdiri di Hidayatullah rata rata semua berawal dari tanah wakaf saat ini tengah di dorong bagaimana Baitul Wakaf berperan dalam pengembangan sektor wakaf produktifnya.

“Program produktif Baitul Wakaf telah berjalan seperti Minimarket, perkebunan dan sawah produktif yang tengah dikembangkan. Alhamdulillah, minimarket sudah menghasilkan return dan tanah wakaf di Subang dipersiapkan menjadi kawasan agro berbasis wakaf” Ujarnya Asih dalam sambutannya menyampaikan.

Dengan adanya edukasi melalui sinergi antara BWI dan Baitul Wakaf ini, kedepan para dai juga bisa memberikan edukasi kepada msyarakat luas mengenai wakaf sekaligus memahami bagaimana memproduktifkan asset di pesantren agar berdampak pada kemandirian.

“Semoga para dai juga bisa menjadikan materi wakaf menjadi materi khutbah, materi ceramah sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dalam semua lapisan dan memahami essensi pengelolaan wakaf yang produktif dan berkelanjutan” Ujar Asih kembali menuturkan.

Share on Whatsapp

Post Comment