Baitul Wakaf Luncurkan Program Sekali Wakaf, Berjuta Manfaat

Baitul Wakaf Luncurkan Program Sekali Wakaf, Berjuta Manfaat

Jika zakat adalah kewajiban dengan tujuan menyelamatkan kehidupan, maka wakaf merupakan sedekah jariah yang paling utama untuk membangun kehidupan

Ramadhan telah tiba. Semangat beramal dan ibadah semakin meninggi, bulan dengan ganjaran berkah yang tiada terkira. Tiap detik yang kita lalui di bulan mulia dengan amal sholeh akan menuai kebaikan yang berlimpah limpah. Jangan lupakan kewajiban untuk menunaikan zakat, karena ada hak Allah untuk mereka yang miskin dan dhuafa. Siapkan wakaf sebagai penyempurna amalan mulia dan sedekah yang paling utama.

Wakaf terbukti telah memberikan dampak bagi kesejahteraan melalui berbagai sektor kehidupan. Berawal dari tanah wakaf, kini telah hadir puluhan pesantren tahfidz. Ada yang mewakafkan kebun karet, kebun coklat kini telah menjadi lahan produktif yang terus dikembangkan menjadi sumber kemandirian.

Baitul Wakaf selain membangun fasilitas fisik pesantren, madrasah, masjid kini mengembangkan instrumen wakaf melalui sektor produktif, sehingga sektor program sosial, pendidikan serta program dakwah lainnya bisa terbantu dalam jangka panjang. Babak baru pengelolaan wakaf ini dibuktikan dengan investasi wakaf pada sektor supermarket retail modern di Surabaya yang berasal dari dana wakaf, sehingga profit hasil pengelolaannya akan dikembalikan pada penerima manfaat wakaf seperti santri, dai dan lainnya (mauquf alaih).

Selain itu instrumen pengelolaan wakaf lain adalah akan diwujudkannya pada Ramadhan dalam 4 (empat) pilar program :

1. Wakaf Ketahanan Ekonomi

Pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat umum dan pesantren tidak pernah berhenti, bahkan kian lama semakin besar.  Maka, sektor retail menjadi bagian yang mesti dikembangkan untuk menjadi etalase produk muslim, sumber ekonomi hingga menggerakkan sektor kemandirian yang berdampak pada kesejahteraan. Instrumen wakaf menjadi solusi untuk mewujudkannya melalui wakaf supermarket.

2. Wakaf Ketahanan Pangan

Pangan masih menjadi persoalan yang melanda sebagian besar masyarakat, dibeberapa daerah selain minimnya pasokan, sulitnya akses membuat harga menjadi tinggi sehingga daya beli menjadi rendah. Kondisi ini juga bisa terjadi pada pesantren dan lembaga pendidikan yang mesti memenuhi kebutuhan santri secara rutin. Maka, ketahanan pangan mesti diwujudkan deangan instrumen wakaf dan pemberdayaan agar berdampak pada kemandirian dan kesejahteraan. Karena pangan merupakan penopang kehudupan.

3. Wakaf Benteng Hidayah

Daerah pedalaman, pulau terpencil dan terluar masih banyak yang belum teraliri listrik dan tidak memiliki penerangan yang cukup.  Karena kondisi ini membuat sebagian besar tetap bertahan dalam gelap atau secara mandiri menggunakan perangkat sederhana seperti lampu minyak. Kondisi ini juga membuat sejumlah pendidikan mengaji yang dijalankan oleh dai tangguh terkendala. Mari ikhtiarkan penerangan untuk pedalaman dengan wakaf.

4. Cahaya Untuk Pedalaman

Daerah pedalaman, pulau terpencil dan terluar masih banyak yang belum teraliri listrik dan tidak memiliki penerangan yang cukup.  Karena kondisi ini membuat sebagian besar tetap bertahan dalam gelap atau secara mandiri menggunakan perangkat sederhana seperti lampu minyak. Kondisi ini juga membuat sejumlah pendidikan mengaji yang dijalankan oleh dai

Para wakif yang telah memberikan asset terbaik miliknya akan terus menikmati pahala kebaikan yang terus mengalir ketika menjadi program wakaf yang dikelola secara berkelanjutan dan bukan saja untuk dirinya tapi juga membangun peradaban umat manusia.

Sekali Wakaf, Berjuta Manfaat adalah sebuah gambaran manfaat wakaf yang terus mengalirkan manfaat yang tiada terputus bagi wakif. Bahkan dana wakaf yang dikelola terus berkembang melalui program produktif yang terus berdampak dan memberikan kesejahteraan bagi penerimanya. Jika zakat adalah kewajiban dengan tujuan menyelamatkan kehidupan, maka wakaf merupakan sedekah jariah yang paling utama untuk membangun kehidupan. Tunaikan wakaf melalui Baitul Wakaf.

Share on Whatsapp

Post Comment