Belanja Sambil Beramal, Bukan Lagi Sebuah Wacana

Belanja Sambil Beramal, Bukan Lagi Sebuah Wacana

Terik matahari di pinggiran kota Surabaya terasa begitu menyengat, apalagi mengingat waktu yang berada tepat pada tengah hari, sehingga tidak heran kota pesisir ini berada pada suhu tertingginya, walaupun tentu saja hal ini tidak mengganggu aktifitas para penduduknya yang terlihat beraktifitas sebagaimana biasa.

Saat itulah sudut mata saya menangkap sebuah minimarket dengan warna dominan hijau, terlihat paling terang, kontras dengan bangunan sekelilingnya yang sebagian besar berwarna cokelat gelap ataupun oranye usang. Sebuah poster barcode salah satu E-wallet terpampang cukup besar di depan pintu masuk, sementara poster-poster lain terlihat menghiasi bagian depan toko, berusaha menarik perhatian pelanggan dengan desain kreatif masing-masing.

Hawa sejuk seketika menerpa kala pintu kaca terbuka, seorang kasir dengan seragam hijau mengucap salam sembari tetap melayani pembayaran salah satu pelanggan, terdengar suara murottal mengalun lembut, dan menenangkan, sebuah konsep yang mungkin tidak akan kita temukan di minimarket besar lain yang dominan dengan musik-musik ke kinian.

Sebagaimana minimarket pada umumnya, terdapat beragam jenis barang pokok dalam rak panjang yang tertata rapi, juga celah antar rak terasa cukup lebar sehingga memudahkan pelanggan untuk melakukan kegiatannya, wangi ruangan yang tidak berlebihan, dan beberapa jajanan lokal yang jarang kita temui di minimarket lain, membuat saya memiliki opsi lebih mengapa harus belanja di minimarket ini.

Sementara poin lain yang membuat saya tergerak untuk melakukan konsumsi di minimarket ini adalah nilai sosial yang tertanam di dalamnya. Berbeda dengan beberapa minimarket yang memberikan opsi donasi untuk kemanusiaan di akhir transaksi, beberapa cabang Sakinah Mart bahkan berdiri atas kumpulan dana sosial, di mana keuntungannya akan digunakan untuk operasional sosial kemanusiaan juga, sehingga kita para customer secara tidak langsung, juga berkontribusi dalam kegiatan amal itu, yang lebih menarik, saat saya berbicara kepada salah satu staffnya, ada sebuah program yang secara khusus diadakan untuk membangun minimarket dari dana Wakaf.

Tentu saja saya sedikit kebingungan dengan pernyataan itu, namun setelah bertanya panjang lebar, saya paham bahwa konsep ini sangat baik, dimulai dari pengumpulan dana dari para donatur ataupun orang-orang baik yang ingin mewakafkan hartanya, lantas dari dana yang terkumpul itu, akan didirikan sebuah pusat belanja yang hasil dari jual belinya, akan digunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan. Saya yang serius mendengarkan pada saat itu hanya dapat bergumam pelan, bisa gitu ya…, se fleksibel itu kah pengelolaan dana wakaf? Yah hal ini lumrah, mengingat pengetahuan saya tentang wakaf yang hanya berupa bangunan, saya bahkan tidak pernah tahu bahwa uang dapat diwakafkan.

Dan perlu anda tahu, setelah mendengarkan penjelasan itu, ketika saya berbelanja di minimarket dengan warna hijau ini timbul perasaan bangga dalam diri saya, yah walaupun memang tidak secara langsung saya berkontribusi, namun ada sedikit ikut andil saya dalam aktifitas kebaikan sosial kemanusiaan yang dikelola oleh lembaga pemilik Sakinah Mart. Saya berharap akan banyak muncul minimarket lain yang akan berdiri dari dana wakaf, sehingga dari itu akan banyak saudara-saudarar kita yang mungkin kurang beruntung akan dapat terbantu segala kesulitan hidupnya. Amin

Penulis : Pelanggan setia Sakinah Mart (Nama disamarkan)

Share on Whatsapp

Post Comment