Gerakan Produktifkan Lahan di Tengah Pandemi

Gerakan Produktifkan Lahan di Tengah Pandemi

Baitul Wakaf sejak awal bergerak mengembangkan sektor produktif, diantaranya kemandirian pangan pesantren. Dampak wabah COVID 19 kini mulai dirasakan lebih berat dari waktu kewaktu. Pengangguran, PHK hingga harga pangan yang semakin tinggi. Gerakan berwakaf untuk pangan melalui sawah produktif terus diperlebar lahannya agar semakin banyak yang terbantu kedepan.

Dampak COVID 19 ini juga ternyata telah memicu kesadaran mengenai pentingnya memiliki kemampuan dalam hal kemandirian pangan, setidaknya ini ikhtiar memenuhi kebutuhan primer para santri ditengah kondisi yang kian hari kian sulit seperti saat ini.

“Ternyata kondisi yang makin sulit seperti ini, kita baru bisa berbagi dan berperan membantu jika memiliki kelebihan. Selain sawah wakaf yang dikelola dari Baitul Wakaf-BMH kami mulai mengelola lahan yang tidak produktif dengan tanaman yang produktif, seperti sayur mayur” Ujar ustad Karyadi Al Hafidz, selaku pimpinan Pesantren menuturkan.

Dengan mengelola setiap jengkal lahan sekitar pesantren menjadi produktif, setidaknya kebutuhan bagi santri bisa disediakan dari lahan sendiri. Gerakan pesantren memproduktifkan lahan sendiri ini sekaligus bisa menjadi contoh bagi warga sekitar ditengah pandemi seperti saat ini.

“Ya, tanah warga disini luas luas. Semoga ikhtiar memproduktifkan lahan sendiri ini bisa menjadi contoh baik bahwa kita bisa kelola setiap lahan disekitar rumah dengan tanaman yang produktif. Kebutuhan kita bisa dipenuhi dari lahan sendiri”

Share on Whatsapp

Post Comment