Launching Ramadhan Produktif

Launching Ramadhan Produktif

Jakarta, Rabu(22/04/2020)

Tepat pukul 10.00 pagi, acara yang dihadiri oleh 11 awak media, dengan 3 Narasumber Utama yang berlangsung menggunakan aplikasi Zoom tersebut, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-quran.

Dalam pengenalan program yang di sampaikan oleh bapak Rama Wijaya, selaku Direktur Baitul Wakaf, yakni lembaga yang konsern dalam penghimpunan dana wakaf, memberikan penjelasan mengenai tema utama dalam Ramadhan tahun ini, yakni “Ramadhan Produktif,”  Dalam eksekusinya, Ramadhan Produktif ada untuk mengatasi berbagai masalah terutama kondisi yang begitu khusus saat ini yakni pandemi Global Covid-19 yang telah menjangkit lebih dari 200 negara di dunia,

“Kondisi Wabah ini telah menggoyang stabilitas ekonomi, di mana yang paling merasakan dampaknya adalah para kelas menengah ke bawah, dhuafa, dan lembaga pedidikan/sosial. Salah satu tujuan program ini adalah memastikan mereka yang terdampak dapat beribadah dengan tenang,” ujar Rama Wijaya dalam salah satu penyampainnya, lebih lanjut ia menyampaikan, dalam progam Ramadhan Produktif, terdapat 5 konsentrasi program yang akan dilaksanakan, yakni Wakaf Sawah Produktif, Wakaf Rumah Sakit, Wakaf Minimarket, Wakaf Peternakan, dan Wakaf Pendidikan Sosial, yang kesemua konsentrasi tersebut memiliki goal atau tujuan akhir yakni dapat memenuhi kebutuhan umat, yang dalam hal ini adalah masyarakat Indonesia.

Sementara itu, komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) Bapak Iwan Agus Setiawan Fuad menambahkan, “Bahwa index spiritual kita telah turun sejak tahun 2012, dimulai dari transaksi kita dengan keuangan syariah yang lemah, kebohongan, dan KPK yang semakin subur, namun Alhamdulillah, akhir-akhir ini implementasi dari prinsip-prinsip Syariah sudah mulai meningkat, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap perbank-an syariah,”

“Dan salah satu implementasi dari prinsip-prinsip syariah tersebut ialah berderma dengan salah satu sistemnya yakni berwakaf. Wakaf diharapkan dapat merubah cara hidup, dan berpikir, di mana negara kita masih tertinggal dalam menyelesaikan masalah, dibandingkan negara-negara lain yang terbukti juah lebih efektif. Sebagai contoh dalam kondisi pandemi saat ini, penanganan yang terbukti kurang efektif sehingga menyebabkan jumlah kasus yang terus meningkat, dan di sini, kita sebagai lembaga kemanusiaan harus memastikan bahwa mereka yang terdampak, wajib bagi kita untuk memperhatikan, dan memenuhi kebutuhunnya,” tambahnya.

Acara yang berlangsung selama dua jam, yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB, berlangsung tertib dan tenang. Di akhir sesi, Ustadz Asih Subagyo selaku pembina Baitul Wakaf menyampaikan, “Zakat ada untuk meningkatkan daya beli, sementara Wakaf tercipta sebagai penurun harga jual, dan Riba, adalah perusak sistem itu sendiri,”

Share on Whatsapp

Post Comment