Sosialisasikan Wakaf Kepada karyawan Bank Mega Syariah Pusat

Sosialisasikan Wakaf Kepada karyawan Bank Mega Syariah Pusat

“makna berkah (barokah) itu artinya ziyadatul khair atau bertambahnya kebaikan. Para ulama menyebutkan makna berkah sebagai sesuatu yang melimpah, mencakup berkah material dan spiritual seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak dan usia”

Baitul Wakaf bekerjasama dengan Rohis Bank Mega Syariah menggelar pengajian dhuha dengan tema “Harta Yang Barokah” dan menghadirkan Ustad erick Yusuf sebagai narasumber. Acara yang berlokasi di kantor Pusat Bank Mega Syariah, Kuningan, Jakarta Selatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap bulan. (08/11)

Dihadapan ratusan karyawan Bank Mega Syariah, Ustad Erick Yusuf menyampaikan makna berkah atau barokah serta pentingnya memahami makna tersebut agar tidak terjebak pada ukuran secara materi atau dalam bentuk fisik.

“Menurut istilah makna berkah (barokah) itu artinya ziyadatul khair atau bertambahnya kebaikan. Para ulama menyebutkan makna berkah sebagai sesuatu yang melimpah, mencakup berkah material dan spiritual seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak dan usia” Ujarnya.

“Diantara jalan untuk cara agar harta yang dimiliki seorang muslim berkah adalah niat yang ikhlas dalam bekerja, cara mendapatkan yang baik dan harta yang diperoleh dipergunakan dengan cara baik dan tidak lupa menyisihkan kewajiban zakat, sedekah maupun berwakaf” Tuturnya lagi

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.” QS. Al-Baqarah : 261.

Sementara itu disesi akhir pengajian, Rama Wijaya selaku direktur wakaf kembali menyampaikan akan pentingnya wakaf sebagai amalan yang terus mengalirkan pahala dan juga sebagai instrumen ekonomi umat untuk mengatasi persoalan sosial di masyarakat.

“Keberadaan pesantren Hidayatullah sejak awal berasal dari wakaf kemudian berkembang dan semakin luas hingga mengisi 30 provinsi. Maka, saat ini Baitul wakaf mengembangkan pada sektor produktif untuk menopang program sosial dan pendidikan yang telah berjalan” Tutur menjelaskan Rama dalam presentasinya.

Tantangan pengelolaan lembaga pendidikan yang berbasis sosial ada saat ini adalah masih tertumpunya pemenuhan operasional dan pangan dari donatur, sehingga kebergantungan ini membuat sebagian masih sibuk mengatasi kebutuhan internal.

“Problem pesantren yang ada sebagian masih mengandalkan donatur untuk pemenuhan pangan, maka Baitul Wakaf menggagas wakaf produktif, diantaranya melalui Sawah Produktif dengan tujuan untuk mewujudkan kemandirian pangan” Tutur Rama menjelaskan.

Share on Whatsapp

Post Comment